Jum’at Bersih di Kampung Banjar Agung Kecamatan Banjar Agung

Warga di dampingi Camat Banjar Agung sedang membersihkan rumput yang mengganggu keindahan jalan. (dok.desa.id/ foto : SNH).

banjaragung.desa.id | (02/03/2018) Kegiatan “Jumat Bersih”, sesuai dengan namanya, adalah kegiatan bekerja bakti bersama-sama membersihkan lingkungan Kampung. Di dampingi camat Banjar Agung ( Sudirman,SH ) dan Kepala Kampung Banjar Agung ( Impin Somad ) masyarakat sangat antusias dalam membersihkan lingkungan Kampung. Jum’at bersih rutin di lakukan di Kampung Banjar Agung guna untuk kenyamanan dan kebersihan lingkungan Kampung terutama di tingkat RT.

Warga dan Camat sedang membersihkan rumput di jalan. ( dok.desa.id/ foto : SNH).

Kegiatan gotong royong royong yang dilakukan oleh aparatur kampung dan warga masyarakat bukanlah hal yang baru, tetapi merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan walaupun dilaksanakan bukan di hari Jum’at. Kegiatan Gotong royong ini selain kegiatan rutin , juga sebagai aikon dari Bupati Tulang Bawang, Hj Winarti, SH MH , Bergerak Melayani Warga (BMW) sudah mulai menjadi kesadaran warga Kampung Banjar Agung untuk hidup bersih dan sehat. Hal ini dibuktikan dengan kekompakan warga dalam bergotong royong membersihkan lingkungan tanpa diperintah oleh Ketua RT.

Lokasi yang sudah di bersihkan oleh warga. ( dok.desa.id/ foto : SNH).

Jika kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk. Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama. Budaya gotong royong adalah identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah gotong royong bukanlah sesuatu yang asing didengar oleh masyarakat Indonesia. Mungkin sejak kecil kita sudah mendengar istilah gotong royong  yang menjadi ciri khas dari orang Indonesia di Sekolah Dasar. Tapi implementasi gotong royong di masyarakat perkotaan semakin lama semakin memudar, sudah sulit bagi kita untuk melihat aktivitas gotong royong di lingkungan perkotaan.

Sebagian warga sedang membakar sampah yang sudah dibersihkan. ( dok.desa.id/ foto : SNH).

Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan